Landscape Initiative untuk Alam, Masyarakat, dan Generasi Masa Depan.
Hutan bukan hanya bentang alam yang dipenuhi pepohonan.
Ia adalah ruang kehidupan yang menghubungkan manusia, air, tanah, satwa, budaya, serta berbagai sumber penghidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Ketika hutan tetap lestari, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang. Ketika masyarakat tumbuh bersama hutannya, kelestarian alam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menjaga hutan tidak cukup dilakukan melalui konservasi semata.
Diperlukan pendekatan yang mampu menghubungkan berbagai aspek kehidupan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.
Melalui Hutan Anak Negeri, Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) mengembangkan sebuah Landscape Initiative, yaitu pendekatan kolaboratif yang memandang kawasan hutan sebagai satu ekosistem utuh yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penguatan ekonomi lokal, penelitian, serta kemitraan lintas sektor.
Kami percaya bahwa masa depan hutan dan masa depan masyarakat tidak dapat dipisahkan.
Mengapa Landscape Initiative?
Selama bertahun-tahun, banyak program lingkungan berjalan sendiri-sendiri.
Ada yang hanya fokus pada penanaman pohon.
Ada yang hanya fokus pada konservasi.
Ada yang hanya mengembangkan ekonomi masyarakat.
Ada pula yang hanya berbicara tentang perubahan iklim.
Padahal seluruh aspek tersebut saling terhubung.
Hutan yang lestari membutuhkan masyarakat yang sejahtera.
Masyarakat yang sejahtera membutuhkan hutan yang tetap terjaga.
Karena itu, Hutan Anak Negeri dibangun sebagai sebuah Landscape Initiative, bukan sekadar program lingkungan.
Pendekatan ini memungkinkan berbagai inisiatif tumbuh dalam satu visi besar, yaitu menciptakan lanskap yang sehat, masyarakat yang mandiri, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Peran Yayasan Lintasan
Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri tidak bertindak sebagai pengelola kawasan hutan.
Kami hadir sebagai mitra penguatan yang membantu membangun kolaborasi, mengembangkan program, memperkuat kapasitas kelembagaan, membuka jejaring kemitraan, serta menghubungkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan kawasan hutan dan masyarakat desa.
Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan lahir ketika masyarakat menjadi pelaku utama, sementara berbagai pihak lainnya hadir sebagai mitra yang saling menguatkan.
Pilot Landscape
Landscape Initiative Hutan Anak Negeri saat ini dikembangkan melalui kawasan Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kawasan tersebut dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang telah memperoleh persetujuan resmi pengelolaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Dalam inisiatif ini, Yayasan Lintasan mendukung LPHD melalui pengembangan berbagai program penguatan yang bertujuan meningkatkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pilar Landscape Initiative
🌳 Landscape Governance
Memperkuat tata kelola kawasan melalui penguatan kelembagaan LPHD, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan rencana pengelolaan, serta pembangunan kemitraan strategis.
🌿 Nature Conservation
Melindungi fungsi ekologis kawasan melalui konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan, perlindungan sumber mata air, serta pengelolaan kawasan berbasis prinsip keberlanjutan.
🌾 Community Livelihood
Mengembangkan berbagai peluang ekonomi berbasis potensi kawasan seperti agroforestry, hasil hutan bukan kayu, pertanian berkelanjutan, ekowisata, serta usaha produktif masyarakat.
📚 Education & Knowledge
Menjadikan kawasan hutan sebagai ruang belajar bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, peneliti, dan berbagai pihak yang ingin memahami pentingnya pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.
🤝 Partnership & Innovation
Membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga penelitian, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan berbagai mitra lainnya untuk memperkuat keberlanjutan pengelolaan kawasan.
Program dalam Landscape
Hutan Anak Negeri bukanlah satu kegiatan.
Ia merupakan sebuah inisiatif jangka panjang yang akan terus berkembang.
Berbagai program yang akan dikembangkan di dalam Landscape Initiative antara lain:
- Penguatan kelembagaan LPHD.
- Pendidikan lingkungan.
- Sekolah alam.
- Agroforestry.
- Pengembangan hasil hutan bukan kayu.
- Konservasi sumber air.
- Restorasi kawasan.
- Pemberdayaan masyarakat.
- Pengembangan ekowisata.
- Penelitian dan monitoring biodiversitas.
- Pemetaan partisipatif.
- Pengembangan skema pembiayaan lingkungan yang sesuai dengan regulasi, termasuk peluang karbon apabila memenuhi persyaratan di masa mendatang.
Setiap program akan saling terhubung dalam satu kerangka pengelolaan lanskap yang utuh.
Kolaborasi untuk Lanskap Berkelanjutan
Landscape Initiative hanya dapat berhasil apabila dibangun bersama.
Karena itu, Hutan Anak Negeri membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak.
- Pemerintah.
- LPHD.
- Perguruan tinggi.
- Dunia usaha.
- Komunitas.
- Peneliti.
- Organisasi masyarakat sipil.
- Relawan.
- Mitra CSR.
- Donor.
- Masyarakat desa.
Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga masa depan kawasan.
Dampak yang Ingin Kami Bangun
Kami tidak hanya ingin melihat hutan tetap hijau.
Kami ingin melihat masyarakat desa memperoleh manfaat yang berkelanjutan.
Kami ingin melihat generasi muda mencintai alam.
Kami ingin melihat kelembagaan desa semakin kuat.
Kami ingin melihat ilmu pengetahuan, ekonomi, konservasi, dan kolaborasi berjalan beriringan.
Karena keberhasilan sebuah lanskap tidak hanya diukur dari luas kawasan yang terlindungi.
Tetapi dari seberapa besar kehidupan di dalamnya dapat terus tumbuh secara harmonis.
Bersama Membangun Lanskap Masa Depan
Kami percaya bahwa hutan bukan hanya warisan masa lalu.
Hutan adalah investasi bagi generasi yang akan datang.
Melalui Landscape Initiative, kami ingin membangun sebuah model kolaborasi yang menunjukkan bahwa pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan.
Keduanya dapat tumbuh bersama ketika dikelola dengan pengetahuan, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang.